Peluang Bisnis Olahan Limbah Hijau Jadi Kompos

Peluang Bisnis Olahan Limbah Hijau Jadi Kompos

Apa yang teprikirkan ketika melihat hama tanaman seperti ilalang atau rumput gajah seperti di bawah ini ? Biasanya hanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak, tetapi jika lebih jeli potensi limbah hijau ini bisa diolah menjadi yang lebih berharga, salah satunya adalah pupuk kompos.

Bahan baku

Sebagian besar bahan baku kompos adalah bahan segar alias material organic, seperti rumput-rumputan, daun-daunan, ranting, kotoran ternak, dan masih banyak lagi. Bahan baku segar untuk kompos mudah didapat di lingkungan sekitar.

Komposisi

Ada kompos yang kandungannya 90 % lebih berupa bahan segar, ada juga yang komposisinya dicampur dengan material lain seperti kotoran ternak, urine sapi, dan bahan lainnya. Pemilihan campuran bahan baku kompos bergantung dari Anda mau membuat pupuk kompos yang seperti apa.

Untuk material limbah hijau seperti rumput gajah, ilalang, ranting, dan sejenisnya, sebelum melalui proses pengomposan harus dicacah atau dirajang terlebih dahulu menjadi bentuk yang lebih kecil-kecil dengan menggunakan mesin chopper. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kinerja mikroba dan bakteri pada saat proses pengomposan berlangsung sehingga kompos lebih cepat terbentuk dan lebih berkualitas.

Setelah dicacah, bahan limbah hijau tersebut dicampurkan dengan bahan-bahanlainnya seperti kotoran ternak, sisa sayuran, dan sebagainya kemudian diaduk dalam satu wadah tertentu. Jangan lupa untuk menambahkan cairan mikroorganisme seperti EM4 atau molase (atau merek lainnya).

Setelah semua bahan tercampur, tutup wadah/lubang tempat pengomposan dengan plastic hingga benar-benar tertutup. Biarkan selama 5-6 minggu sambil dikontrol. Pengontrolan dilakukan dengan membolak-balik gundukan kompos, apabila saat dibalik mengeluarkan asap dan terasa panas berarti proses pengomposan berhasil/berjalan.

Panen kompos bisa dilakukan setelah 6 minggu. Jika ingin dijual dalam bentuk kemasan, kompos yang sudah matang tersebut bisa dicacah-cacah lagi hingga bentuk yang lebih halus kemudian dikemas dalam kemasan plastic atau karung biasa (bukan kemasan vacuum, karena akan membunuh mikrob yang bermanfaat di dalam kompos itu sendiri)